Softskill “Membangun Strategi Sosial Nasionalisme Berkelanjutan”

11 Nov

Nama              : Safira Salsabila

Kelas               : 2ID01

NPM               : 36412776

Tugas Softskill

 “Membangun Strategi Sosial Nasionalisme yang Berkelanjutan”

Nasionalisme

Nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri. Demikian juga ketika kita berbicara tentang nasionalisme. Nasionalisme merupakan jiwa bangsa Indonesia yang akan terus melekat selama bangsa Indonesia masih ada. Nasionalisme telah menjadi pemicu kebangkitan kembali dari budaya yang telah memberi identitas sebagai anggota dari suatu masyarakat bangsa-bangsa . Secara umum, nasionalisme dipahami sebagai kecintaan terhadap tanah air, termasuk segala aspek yang terdapat didalamnya.

Strategi

Strategi terbagi menjadi 5 yaitu: strategi sebagai perspektif, strategi sebagai posisi, strategi sebagai perencanaan, strategi sebagai pola kegiatan, dan strategi sebagai penipuan yaitu muslihat manusia. Sebagai perspektif; dimana strategi dalam membentuk misi, menggambarkan perspektif kepada semua aktivitas. Sebagai posisi; dimana dicari piliha untuk bersaing sebagai perencanaan; dalam hal strategi menentukan tujuan performansi perusahaan. Sebagai pola kegiatan; dimana dalam strategi dibentuk suatu pola yaitu umpan balik dan penyesuaian. Menurut Henry Mints juga strategi merupakan sebuah pola dalam aliran keputusan atau tindakan. Dari berbagai pendapat yang dipaparkan para ahli, dapat di tarik kesimpulan bahwa strategi adalah suatu perencanaan dalam bentuk tindakan untuk mencapai tujuan.

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkat sosial nasionalisme berkelanjutan :

  1. Melalui Pendidikan

Mengharumkan nama bangsa dengan berprestasi dalam bidang-bidang tertentu, misalnya bidang pendidikan (mengikuti olympiade), olahraga (mengikuti kejuaraan atau pelombaan dalam keolahragaan misalnya bulu tangkis, sepakbola).
Pembinaan jati diri bangsa indonesia dapat dilaksanakan melalui jalur formal maupun informal. Melalui jalur formal jati diri bangsa Indonesia dapat dikembangkan melalui pendidikan. Pendidikan nasional mempunyai peran yang sangat besar didalam pembentukan jati diri bangsa Indonesia. Salah satu kenyataan bangsa Indonesia ialah memiliki kekayaan budaya yang beraneka ragam dengan jumlah suku bangsa yang ratusan dengan budayanya masing-masing merupakan kekayaan yang sangat berharga didalam pembentukan bangsa Indonesia yang multikultural. Didalam upaya pembentukan dan mempertahankan jati diri bangsa, peran pendidikan sangat efektif untuk menimbulkan rasa memiliki dan keinginan untuk mengembangkan kekayaan nasional dari masing-masing budaya lokal .

  1. Mengembangkan sikap cinta tanah air atau rasa nasionalisme
    Ada beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai perwujudan dari sifat tersebut, yaitu :
    a. Menggunakan produk-produk hasil karya anak bangsa, misalnya sepatu, pakaian, souvenir-souvenir buatan para pengrajin asal Indonesia. Hal tersebut perlu dilakukan sebagai salah satu bentuk penghargaan terhadap karya-karya yang dihasilkan oleh anak bangsa sehingga rasa kecintaan kita terhadap bangsa dapat tumbuh.
    b. Menghargai dan menghormati jasa-jasa para pahlawan dengan cara mengingat jasa-jasa yang telah dilakukan oleh pahlawan dengan cara menerapkan sikap-sikap pahlawan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, cara lain yang dapat dilakukan adalah mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang berhubungan dengan tokoh-tokoh pahlawan sehingga kecintaan serta pengetahuan kita terhadap tokoh tersebut semakin tumbuh.
  2. Mengembangkan Sikap Memiliki
    Maksud sikap memiliki disini adalah kita menyadari bahwa negara Indonesia adalah negara kita sehingga kita wajib untuk melindungi serta menjaga keutuhan negara Indonesia. Sifat-sifat yang dapat diterapkan sebagai wujud sikap saling memiliki adalah dengan melakukan bela negara sehingga keutuhan negara Indonesia tetap terjaga. Contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah :
    a. Melestarikan budaya
    Cara melestarikan budaya misalnya dengan mempelajari tarian-tarian daerah sehingga kecintaan kita terhadap bangsa semakin tumbuh, mengunjungi tempat wisata budaya sehingga kita lebih memahami adat istiadat suatu daerah.
    b. Taat akan hukum dan aturan-aturan negara
    Salah satu penerapannya adalah dengan menamtuhi aturan-aturan dalam perundang-undangan seperti membayar pajak tepat waktu, melaporkan setiap kejadian-kejadian yang dapat mengganggu ketentraman.
    c. Mengikuti wajib militer atau ikut serta dalam pendidikan yang berbasis militer.
  3. Bela Negara

Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 berbunyi : setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Dari bunyi pasal tersebut menunjukkan bahwa bela negara merupakan hak dan sekaligus kewajiban bagi setiap warga negara, ini membuktikan bahwa bela negara juga menjadi suatu aturan agar setiap warga negara harus melakukan tindakan bela negara demi ketahanan dan eksistensi sebuah negara.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: