kajian kebudayaan manusia pada zaman prasejarah

6 Des

NAMA : SAFIRA SALSABILA

NPM     : 36412776

KELAS : 1IDO1

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR

 

KAJIAN KEBUDAYAAN MANUSIA PADA ZAMAN PRA AKSARA

 

kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Kebudayaan pada zaman pra sejarah dilihat dari tempat hidup mereka dibagi menjadi dua yaitu kebudayaan pedalaman dan kebudayaaan pesisir.

A. kebudayaan Pedalaman

  1. Masa Palaeolithikum

      1). Kapak Genggam

Bahan  : batu Inti, kerakal, batu andesit, gamping, kersikan

Bentuk      : alat serupa kapak tetapi tidak bertangkai, digunakan dengan di genggam di tangan..

Jenis          : Chopper ( alat penetak )

2). Kapak Perimbas

Bahan        : Batu Inti, kerakal, batu andesit, gamping, kersikan

Bentuk      : berbentuk massif digunakan dengan cara digenggam

Jenis          : chopper ( alat penetak )

-         Tipe Serut samping (tajamnya berada di sisi yang berlawanan dengan tempat pegangan yang diasah agak tegak)

-          Tipe Setrika (berbentuk runcing pada bagian ujungnya seperti setrika).

-      Tipe Kura-kura (Beralas, membuat dengan permukaan atas yang cembung dan meninggi)

3). Pahat genggam

Bahan        : Batu Inti, kerakal, batu andesit, gamping, kersikan

Bentuk      : agak persegi berukuran sedang dan kecil terjalnya yang berada di sisi yang berlawanan dengan tempat pegangan yang ditatah agak tegak.

Jenis          : Chopper ( Alat Penetak )

4). Proto Kapak Genggam

5). Alat serpih bilah ( Penggaruk, Serut, gurdi, penusuk pisau)

Bahan        : Gamping kersikan, batu luar endap, kalisedon berwarna kuning, kerakal. Serpihan dari batu Inti

Bentuk      : Berbentuk serpihan kecil sebagai perkakas berbentuk sederhana yaitu kecil dan sebagian berujung konveks, membulat.

Jenis          : Chopper

 

  1. Masa Mesolithikum

      1). Pebble (kapak Sumatra)-Sumatralith

Bahan        : Batu andesit, batu kali yang dipecah/dibelah

Bentuk      : Berbeda dengan chopper, sisi luar lebih halus tidak diapa-apakan, sisi dalam dikerjakan lebih lanjut ; kedua sisinya kelihatan bergelombang, panjang, bulat, meruncing.

Jenis          : Pebble Culture (kebudayaan Pebble);tradisi Bascon-Hoabinh

2). Hache Courte (kapak pendek)

Bahan        : Batu andesit

Bentuk      : bentuknya setengah lingkaran, dibuat dengan memukuli dan memecah batu. Belum diasah, tajamnya terdapat di sisi yang melengkung.

Jenis          : Pebble Culture.

3). Pipisan

Bahan        : Batu

Bentuk      : semacam lempeng untuk menggiling dan landasannya.

Jenis          : Pebble Culture.

4). Abris Sous Roche (gua yang dipakai sebagai tempat tinggal manusia purba).

Bentuk      : Menyerupai ceruk-ceruk di dalam batu karang yang cukup untuk  memberikan perlindungan ketika panas dan hujan.

  1. Masa Neolithikum

1). Beliung/pacul

Bahan        : batu api dan Chalcedon

Bentuk      : kapak persegi yang berukuran besar, bentuknya agak melengkung sedikit, diberi tangkai yang diikatkan pada lengkung itu. Digunakan untuk

mengerjakan kayu.

Jenis          : Kapak persegi

2). Tarah

Bahan        : batu api dan Chalcedon

Bentuk      : Kapak persegi berukuran kecil, bentuknya agak melengkung sedikit, diberi tangkai yang diikatkan pada lengkung itu. Digunakan untuk mengerjakan kayu.

Jenis          : Kapak persegi

3). Kapak Bahu

Bahan        : Batu Indah dan chalcedon

Bentuk      : Relatif sama dengan kapak persegi yang lain, hanya dibagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher, sehingga menyerupai bentuk botol yang persegi.

Jenis          : kapak persegi

4). Walzenbeil

Bahan        : Batu chalcedon

Bentuk      : Kapak lonjong yang berukuran besar, penampang alangnya lonjong, bentuk bundar telur. Ujungnya agak lancip ditempatkan di tangkai dan ujung lainnya yang bulat diasah sehingga tajam.

Jenis          : Kapak lonjong

5). Kleinbeil

Bahan        : Batu chalcedon

Bentuk      : Kapak lonjong yang berukuran kecil, penampang alangnya lonjong, bentuk bundar telur. Ujungnya agak lancip ditempatkan di tangkai dan ujung lainnya yang bulat diasah sehingga tajam.

Jenis          : Kapak Lonjong

6). Gelang

Bahan        : Batu Indah, manik-manik, kulit kerang

Bentuk      : Bulat gepeng, kedua sisi dicekungkan dengan di pukul, cekungan bertemu menjadi sebuah lobang kemudian digosok dan diasah menjadi bentuk yang diinginkan

Jenis          : Perhiasan

7). Kalung

Bahan        : Batu-batu yang dicat, batu-batu akik.

Bentuk      : Menggurdi biji-biji kalung sehingga tercipta lobng yang sangat kecil.

Jenis          : Perhiasan.

8). Alat-alat Obsidian

Bahan        : Batu kecubung (obsidian)

Bentuk      :

Jenis          : Alat mikrolit ; Untuk berburu, bercocok tanam, dan pekerjaan sehari-hari.

9). Gerabah

Bahan        : Tanah liat

Bentuk      :

-     Periuk  : Bentuk badan kebulat-bulatan memiliki tepian yang melekuk,        dan melipat keluar, tidak berhias, memiliki alascekung.

-          Cawan : Bentuk beralas bulat dengan tepian langsung yang melengkung kedalam. Beralas rata dengan tepian langsung. Mirip pedupaan. Kaki dibuat terpisah dari badannya. Bekas smbungannya masih tampak.

-          Kereweng Polos dan berhias   : Bentuk hiasannya berupa pola garis pendek sejajar dan pola lingkaran, pola geometris. Berlapis merah dan dihiasi dengan menggunakan cara digores atau dengan menggunakan tatap meniru pola-pola hiasannya (garis lurus).

-          Periuk bermulut lebar  : bentuk Tepinya melengkung keluar dan beralas cembung.

Jenis          : Gerabah/alat-alat rumah tangga

10). Alat pemukul kulit kayu

Bahan        : Kayu

Bentuk      : Berbentuk persegi panjang terdiri dari gagang dan bagian pemukul. Bagian untuk memukul kulit kayu ini cekung dan sejajar ujung. Bagian pemukulnya meruncing keatas menyerupai tanduk.

Jenis          : -

11). Perhiasan

Bahan        : Batu dan kulit kerang

Bentuk      : Manik-manik, gelang

Jenis          : Perhiasan

  1. Tradisi Megalithik

       1). Menhir

Bahan        : Batu

Bentuk      : Batu panjang yang didirikan tegak diletakkan di suatu tempat untuk peringatan orang mati.

Jenis          : Tradisi Megalithik

2). Kubur berundak

Bahan        : Batu

Bentuk      : Kuburan yang dibangun di atas sebuah bangunan berundak-undak

Jenis          : Tradisi Megalithik

3). Kubur peti batu

Bahan        : Batu

Bentuk      : Kubur berupa sebuah peti yang dibentuk dari enam buah papan batu, terdiri dari dua sisi panjang, dua sisi lebar, sebuah lantai dan sebuah penutup peti

Jenis          : Tradisi Megalithik

4). Lesung Batu

Bahan        : Batu

Bentuk      : Sebongkah batu yang diberi lobang sebuah atau lebih

Jenis          : Tradisi Megalithik

5). Dolmen

Bahan        : Batu

Bentuk      : Tempat sesaji atau meja sesaji. Akan tetapi ada pula dolmen semu yaitu dolmen yang dibawahnya digunakan untuk menguburkan jenazah. Dolmen ini disebut pandhusa.

Jenis          : Tradis Megalithik

6). Sarkophagus

Bahan        : Batu

Bentuk      : Tempat mengubur jenasah berbentuk seperti lesung

-          Tipe A : berukuran kecil serta bertonjolkan di bidang depan dan bidang belakang wadah dan tertutup.

-          Tipe B : Berukuran sedang tanpa tonjolan

-          Tipe C : Berukuran besar, bertonjolkan di masing-masing bidang wadah tertutup.

Jenis          : Tradisi Megalithik

7). Kalamba

Bahan        : Batu

Bentuk      : Tempat mengubur jenasah berbentuk bulat lonjong. Tutup kalamba disebut tuatena

Jenis          : Tradisi Megalithik

8). Waruga

Bahan        : Batu

Bentuk      : Bentuk kubur berupa sebuah peti kubur batu kecil berbentuk kubus dan ditutup dengan batu lain berbentuk atap rumah. Ukuran paling tinggi tidak lebih dari dua meter. Istilah lain lainnya adalah tembikar.

9). Arca

 

  1. Kebudayaan Pengecoran Logam

1). Nekara Pejeng

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Besar, tinggi 1.98. Bidang pukul bergaris tengah 1.60 m menjorong 25 cm. Keluar dari bagian bahu yang melurut ke bawah dan melengkung kedalam di bagian pinggang yang berbentuk silinders. Bagian kaki yang terbentuk genta yang melebar di bagian bawah.

Jenis          : Benda-benda perunggu

2). Nekara Tanurejo

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Bidang pukulnya berhias pola bintang bersudut 12 ditengah. Sekeliling bintang terbagi menjadi 4 ruang.

Jenis          : Benda-benda perunggu

3).Nekara Peguyangan

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Bidang pukulnya berhias pola bintang bersudut 8 ditengah dan 4 ruang yang mengelilingi bintang dihias.

Jenis          : Benda-benda perunggu

4). Nekara Bebitra

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Bidang pukulnya dihias pola bintang bersudut 8 ditengah.

Jenis          : Benda-benda perunggu

5). Nekara Tipe Heger I

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Mempunyai bidang pukul dengan garis tengah yang lebih besar daripada ukuran tinggi keseluruhan nekara. Bahu berbentuk cembung, bagian tengah berbentuk silindrik, kaki melebar berbentuk seperti kerucut terpancung dengan bagian bawah yang terbuka.

Jenis          : Benda-benda perunggu

6). Nekara Tipe Heger II

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Mempunyai bidang pukul yang lebih besar daripada tubuh nekara. Sehingga menjorong keluar, bagian bahu tidak berbentuk cembung tetapi melurus ke pinggangnya.

Jenis          : Benda-benda perunggu

7). Nekara Tipe Heger III

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Bagian bahunya melurus ke bawah, dan dibagian pinggang agak melengkung kedalam sehingga tampak bentuk pinggang.

Jenis          : Benda-benda perunggu

8).  Nekara Tipe Heger IV

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Mempunyai bidang pukul yang menutup badan nekara, bahu berbentuk cembung, bagian tengahnya hanya sedikit membentuk pinggang kemudian lurus ke bawah.

Jenis          : Benda-benda perunggu

9). Kapak Perunggu Tipe dasar (tipe I)

Bahan        : Perungu

Bentuk      : Lebar dengan penampang lonjong, garis puncak (pangkal) tangkainya cekung. Kadang-kadang lurus dan bagian tajamnya cembung.

Jenis          : Kapak Perunggu

10). Tipe ekor burung seriti (Tipe II)

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Bentuk tangkai dengan ujung yang membelah seperti ekor burung seriti. Ujung tajaman biasanya berbentuk cembung seperti kipas.

Jenis          : Kapak Perunggu

11). Tipe Pahat bertangkai (Tipe III)

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : lebih panjang daripada tajamnya. Bentuk tangkainya ada yang menyempit dan lurus, ada yang pendek dan lebar. Bentuk tajaman cembung/lurus.

Jenis          : Kapak Perunggu

12). Tipe Tembilang (Tipe IV)

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Seperti tembilang, tangkainya pendek, mata kapak gepeng. Bagian bahu lurus kea rah sisi-sisinya. Mata kapak berbentuk Trape Sorda atau setengah limgkaran.

Jenis          : Kapak Perunggu

13). Tipe Bulan sabit (Tipe V)

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Mata kampak berbentuk bulan sabit. Bagian tengah lebar yang kemudian menyempit kedua belah samping. Sudut-sudut tajamnya membulat. Mata kapaknya sangat pipih.

Jenis          : Kapak Perunggu

14). Tipe jantung (Tipe VI)

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Mata kapak berbentuk seperti jantung. Tangkainya panjang dengan pangkal yang cekung. Bagian bahu melengkung pada ujungnya.

Jenis          : Kapak Perunggu

15). Tipe candrasa (Tipe VII)

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : tangkainya pendek dan melebar pada pangkalnya. Mata kapak tipis dengan kedua ujungnya melebar melengkung kea rah dalam. Pebebaran yang tidak sama membentuk bidang mata yang asimetris.

Jenis          : Kapak Perunggu

16). Tipe Roti (Tipe VIII)

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Tangkai kapaknya melengkung serta panjang. Dituang menjadi satu dengan kapak.

Jenis          : Kapak Perunggu

17). Bejana Perunggu

Bahan        : lempengan Perunggu

Bentuk      : Berbentuk bulat panjang seperti kepis atau keranjang.

Jenis          : Kebudayaan Logam (Perunggu)

18).  Patung

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Bermacam-macam bentuk seperti binatang atau orang.

Jenis          : Kebudayaan Logam (Perunggu)

19). Gelang, cincin

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Dihias dengan pola Geometrik atau pola bintang. Pola hias pada gelang-gelang berupa poal-pola tumpal, garis tangga, duri ikan, spiral.

Jenis          : Perhiasan Logam

20). Ujung Tombak

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Berbentuk daun dengan tajaman pada kedua sisi.

Jenis          : Kebudayaan Logam (Perunggu)

21). Belati

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Bermata besi cagam, dihias dengan pola lingkaran tangent dan pola tangga.

Jenis          : Kebudayaan Logam (Perunggu)

22). Ikat Pinggang

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Berpoal geometris berupa lingkaran tangent.

Jenis          : Kebudayaan Logam (Perunggu)

23). Bandul atau mata kalung

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Berbentuk manusia stilistis dengan ujung-ujung kedua lengan yang cembung. Disamping bertemu pada ujung-ujung kaki yang melengkung keatas.

Jenis          : Perhiasan

24). Kelintingan kecil

Bahan        : Perunggu

Bentuk      : Berbentuk kerucut dengan celah disisinya dan sebuah alat untuk mencabut jenggot yang sederhana berbentuk huruf U.

B. Kebudayaan Pantai 

                       

  1. Masa Palaeolithikum

      1). Sudip

Bahan        : Alat tulang dan tanduk rusa

Bentuk      : Dibuat sedemikian rupa menjadi semacam alat penusuk (belati) untuk mengorek ubi dan keladi dalam tanah.

Jenis          : Flakes

2). Ujung tombak

Bahan        : Tanduk rusa, ekor ikan pari, ada yang dari batu indah (chalcedon)

Bentuk      : dipasang di ujung tombak dengan gigi-gigi pada sisinya. Digunakan untuk menangkap ikan (seperti Ikan Harpun)

Jenis          : Flakes

3). Serut

Bahan        : Pecahan Batu

Bentuk      : Bulat, lonjong, persegi, tidk teratur, lurus

4). Alat tulang ( sudip, serpih, batu-batu bundar, lancipan)

Bahan        : kerang

Bentuk      : Spiral, berwarna biru, konveks

5). Kapak Penetak Gigantolith

Bahan        : Karang kersikan

Bentuk      : Berukuran besar, tajamnya berliku-liku

  1. Masa Mesolithikum

1). Kjokkenmoddinger

Bahan        : Sampah dapur berupa kulit kerang dan siput

Bentuk      : Berupa rumah-rumah bertonggak dari siput dan kerang yang dipatahkan ujungnya dan dihisap isinya dan kepalanya. Kulit-kulit itu dibuang selama ribuan tahun dan menjadi bukit kerang dengan tinggi mencapai beberapa meter.

Analisis     : Letak Kjokkenmoddinger yang ditemukan disepanjang pantai Sumatra Tiimur Laut diantara langsa di Aceh dan Medan, beberapa puluh kilometer dari laut sekarang. Walau demikian dipastikan merupakan kebudayaan pantai, sebab garis pantai yang berubah-ubah dalam waktu yang lama, menunjukkan bahwa dulunya Kjokkenmoddinger terdapat di tepi pantai. Bahan Kulit kerang dan siput adalah cirri hasil pantai.

2). Sudip, belati, mata panah

Bahan        : Tulang Binatang yang dibuat alat dan perhiasan

Bentuk      : Alat-alat penusuk untuk berburu

Jenis          : Bone Culture (Tradisi alat-alat tulang)-Kebudayaan Sampung

3). Ujung Panah

Bahan        : Batu indah seperti Jaspis dan Chalcedon.

Bentuk      : Semuanya bertangkai pada pangkalnya, namun memiliki keistimewaan yaitu sisi-sisinya bergerigi (seperti gergaji) yang merupakan corak khusus ujung panah Toala.

Jenis          : Flake Culture (tradisi serpih bilah)-Kebudayaan Toala.

 

  1. Masa Neolithikum

1). Periuk Belanga

Bahan        : Tanah

Bentuk      : Tidak diketahui dengan pasti, hanya ditemukan pecahan-pecahan.Namun disimpulkan belum menggunakan Pelarikan (roda landasan)

Jenis          : Tembik

 

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: